Minggu, 20 November 2011

FISIOGRAFI DAN POTENSI FISIK PROPINSI NUSA TENGGARA

Oleh WENSESLAUS WEDON NUHAN
FISIOGRAFI DAN POTENSI FISIK PROPINSI NUSA TENGGARA
BAB IPENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kepulauan Nusa Tenggara terletak di Indonesia bagian tengah yang tersebar sepanjang 2.850 km dari barat ke timur (1150 49’ BT sampai 134054’ BT) dan 1.450km dari utara ke selatan (2036’ LU sampai 110LS). Nusa tenggara berada diantara bagian timur pulau Jawa dan kepulauan Banda tediri dari pulau-pulalu kecil dan lembahsungai. Secara fisik, dibagian utara berbatasan dengan pulau Jawa, bagian timur dibatasioleh kepulauan Banda, bagian utara dibatasi oleh laut Flores dan bagian selatan dibatasioleh Samudra Hindia Terdapat lima pulau besar yaitu Bali, Lombok, Sumbawa, Flores,dan Sumba. Selain itu terdapat pulau-pulau kecil lainnya.Kondisi fisik Nusa Tenggara sangat berbeda dengan kawasan lainnya diIndonesia. Kepulauan ini terdiri dari pulau-pulau vulkanis dan rangkaian terumbukarang yang tersebar di sepanjang lautan yang terdalam di dunia, dan tidak memiliki pulau besar, seperti Jawa dan Sumatera.Asal-usul kepulauan ini dan proses-proses yang dialami dalam pembentukan pulau-pulau yang sampai sekarang masih terjadi sangat mempengaruhi posisi, ukuran,dan bentuk pulau. Sebagian besar pulau-pulau di kawasan ini, secara geologis, masihsangat muda, umurnya berkisar antara 1-15 tahun dan tidak pernah merupakan bagiandari massa daratan lain yang lebih besar. Kerumitan kondisi geologi Nusa Tenggaradisebabkan oleh posisinya di persimpangan tiga lempeng geologis yaitu lempeng Asia,lempeng Australia, lempeng Pasifik dan dua benua yaitu Asia dan Australia.Secara geologi nusa tenggara berada pada busur Banda. Rangkaian pulau inidibentuk oleh pegunungan vulkanik muda. Pada teori lempeng tektonik, deretan pegunungan di nusa tenggara dibangun tepat di zona subduksi indo-australia pada kerak



samudra dan dapat di interpretasikan kedalaman magmanya kira-kira mencapai 165-200km sesuai dengan peta tektonik Hamilton (1979).Pulau-pulau di Nusa Tenggara terletak pada dua jalur geantiklinal, yangmerupakan perluasan busur Banda di sebelah barat. Geantiklinal yang membujur daritimur sampai pulau-pulau Romang, Wetar, Kambing, Alor, Pantar, Lomblen, Solor,Adonara, Flores, Rinca, Komodo, Sumbawa, Lombok dan Bali.Kondisi iklim di Nusa tenggara barat maupun timur tidak mempunyai berbedaanyang mencolok, hal ini terlihat dengan adanya kondisi alam yang hampir sama diwilayah tersebut, misalnya terdapatnya padang rumput yang luas sehinggamempengaruhi iklim yang ada. Selain itu juga karena wilayah nusa tenggara yang berbentuk pulau-pulau sempit juga mempengaruhi iklim yang ada disana. Nusa tenggaratergolong beriklim kering, yang antara lain ditandai dengan jumlah curah hujan yangsedikit, dan tidak terbagi merata. Selain itu pada daerah dengan iklim kering ditandaidengan luasnya padang rumput.Berdasarkan penyebarannya, maka prosentasi jenis-jenis tanah di wilayah NusaTenggara Timur antara lain terdiri dari tanah Mediteran 51%; tanah-tanah kompleks32,25%; Latosol 9,72%; Grumusol 3,25%; Andosol 1,93%; Regosol 0,19% dan jenistanah Aluvial 1,66% (Sumber Rencana Umum Kehutanan Propinsi Dati I NusaTenggara Timur tahun 1987). Nusa Tenggara merupakan kepulauan yang dikelilingi laut dan terletak di pesisir  pantai,hal ini juga akan mempengaruhi kondisi hidrologi. Secara umum keadaanhidrologi Nusa Tengara sangat bergantung pada curah hujan setempat. Wilayah perairanlaut Nusa Tenggara Barat termasuk pada perairan laut dalam dengan dasar perairanyang terdiri dari batu karang dan pasir.Meskipun curah hujan di kabupaten lombok baratrelatif rendah, di wilayah kota ini mengalir 4 buah sungai yang cukup besar dan potensial sebagai sumber mata air permukaan. Sungai yang terdapat di Propinsi NusaTenggara Timur pada umumnya mempunyai fluktuasi aliran air yang cukup tinggi, padamusim penghujan berair dan banjir, sedangkan pada musim kemarau berkurang bahkanada yang tidak berair sama sekali.Pemanfaatan lahan untuk pengembangan potensi wilayah kepulauan NusaTenggara berbeda-beda. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan kondisi fisik lahanyang bervariasi dalam hal topografi, kelerengan, kesuburan tanah dan pasang surut air.

Adapun pemanfaatan lahan di Nusa Tenggara antara lain untuk pertanian, perhutanan, pertambangan, perkebunan, perternakan, perikanan, dan pariwisata.
1.2 Rumusan Masalah
2.1 Bagaimanakah keadaan fisik Nusa Tenggara?2.2 Bagaimanakah pengembangan wilayah Nusa Tenggara?
1.3 Tujuan
3.1 Mengetahui keadaan fisik Nusa Tenggara.3.2 Mengetahui pengembangan wilayah Nusa Tenggara.
BAB IIPEMBAHASAN
2.1 KEADAAN FISIOGRAFI NUSA TENGGARAA. Kondisi Geologi
 Nusa tenggara berada diantara bagian timur pulau Jawa dan kepulauan Bandatediri dari pulau-pulalu kecil dan lembah sungai. Secara fisik, dibagian utara berbatasandengan pulau Jawa, bagian timur dibatasi oleh kepulauan Banda, bagian utara dibatasioleh laut Flores dan bagian selatan dibatasi oleh Samudra Hindia. Secara geologi nusatenggara berada pada busur Banda. Rangkaian pulau ini dibentuk oleh pegununganvulkanik muda. Pada teori lempeng tektonik, deretan pegunungan di nusa tenggaradibangun tepat di zona subduksi indo-australia pada kerak samudra dan dapat diinterpretasikan kedalaman magmanya kira-kira mencapai 165-200 km sesuai dengan peta tektonik Hamilton (1979).Lempeng tektonik kepulauan Indonesia terletak di penggabungan tiga lempengutama diantaranya lempeng indo-australia, Eurasia dan pasifik. Interaksi dari ke tigalempeng tersebut menimbulkan kompleks tektonik khususnya di perbatasan lempengyang terletak di timur Indonesia.


Sebagian besar busur dari kepulauan Nusa Tenggara dibentuk oleh zonasubduksi dari lempeng Indo-australia yang berada tepat dibawah busur Sunda-Bandaselama diatas kurun waktu tertier yang mana subduksi ini dibentuk didalam busur volcanik kepulauan Nusa Tenggara. Bagaimanapun juga ada perbedaan-perbedaanhubungan dari análisis kimia diantara batuan volkanik pada kepulauan Nusa Tenggara.Busur volkanik pada bagian timur wilayah sunda secara langsung dibatasi oleh kerak samudra yang keduanya memiliki karakteristik kimia yang membedakanya dari lava pada bagian barat busur Nusa Tenggara. Menurut Hamilton dibagian barat barisan pegunungan Nusa Tenggara dibentuk pada massa Senozoic.Batuaan Volkanik didalam busur Banda dari kepulauan Nusa Tenggara yangdiketahui lebih tua dari batuan pada awal miocene, ditemukan pada kedalaman 150 kmdibawah zona gempa. Wilayah seismic di Jawa terbentang pada kedalaman maksimal600 km ini merupakan indikasi dari subduksi dari sub-ocean lithosfer milik lempengAustralia.yang terletak dibawah busur Banda. Pada awal pleistosen di seberang Timor menunjukkan adanya tabrakan dari Timor dengan Alor dan Wetar, setelah semua lautandimusnahkan oleh zona subduksi.Ukuran dari deretan kepulauan volkanik perlahan-lahan akan semakin kecil daritimur pulau Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa , Flores, Wetar sampai ke Banda. Penurunanini sangat terlihat nyata pada bagian timur Wetar, kemungkinan ini karena pantulan jumlah subduksi dari kerak samudra, Yang secara tidak langsung gerakannya berupadip-slip di bagian barat Wetar dan gerakan strike-slip dibagian timurnya. Kemungkinan busur vulkanik dibagian timur wetar lebih muda dan kemungkinan busur volkanik yangasli di bagian timur Wetar telah disingkirkan oleh pinggiran batas benua Australia.
Peta Kepulauan Nusa Tenggara
http://basyaworld.blogspot.com

Sumber: Microsoft Encarta
Sesuai dengan teori tektonik lempeng, Nusa Tenggara dapat dibagi menjadimenjadi 4 struktur tektonik yaitu busur belakang yang terletak di laut Flores, busur dalam yang dibentuk oleh kepulauan vulkanik diantaranya Bali, Lombok, Sumbawa,Cómodo, Rinca, Flores, Andora, Solor, Lomblen, Pantar, Alor, Kambing dan Wetar.Busur volkanik luar yang dibentuk oleh kepulauan non-volkanik diantaranya Dana,Raijua, Sawu, Roti, Semau dan Timor, dan dibagian depan busur dibagi kedalam dua bagian yaitu inner arc (busur dalam) dan outer arc (busur luar) dan bagian dalam ialahlembah yang dalam diantaranya lembah (basin) Lombok dan Sawu.
a.Nusa Tenggara Bagian Barat
Struktur Geologi NTB. Kondisi geologi wilayah NTB dengan batuan tertua berumur Tersier dan yang termuda berumur Kuarter, didominasi oleh BatuanGunungapi serta Aluvium (recent). Batuan Tersier di Pulau Lombok terdiri dari perselingan batupasir kuarsa, batulempung, breksi, lava, tufa dengan lensa-lensa batugamping, batu gamping dan dasit. Sedangkan di Pulau Sumbawa terdiri dari lava, breksi, tufa, andesit, batupasir tufaan, batulempung, dasit, tonalit, tufa dasitan, batugamping berlapis, batugamping tufaan dan lempung tufaan. Batuan Kuarter diPulau Lombok terdiri dari perselingan breksi gampingan dan lava, breksi, lava, tufa, batuapung dan breksi lahar. Sedangkan di Pulau Sumbawa terdiri dari terumbu koralterangkat, epiklastik (konglomerat), hasil gunungapi tanah merah, gunungapi tua,gunungapi Sangeangapi, gunungapi Tambora, gunungapi muda dan batugamping koral.Aluvium dan endapan pantai cukup luas terdapat di Pulau Sumbawa dan Lombok.Berdasarkan tatanan geologi Indonesia, Wilayah Nusa Tenggara Barat terletak  pada pertemuan dua lempeng besar (Lempeng Hindia-Australia dan Lempeng Eurasia)yang berinteraksi dan saling berbenturan satu dengan yang lain. Batas kedua lempengini merupakan daerah yang sangat labil ditandai dengan munculnya tiga gunungapi aktif tipe A (Rinjani, Tambora dan Sangeangapi)

Struktur geologi yang kita jumpai di Jawa dapat ditelusuri sampai di pulauFlores. Hanya geantiklinalnya sebagian besar telah mengalami Tektonik Sekunder Dermal meluncur ke dasar laut di sebelah utaranya. Stutterhein (1922) mengemukakan bahwa berdasarkan sejarah Hindu, pulau Bali terpisah dari Pulau Jawa pada tahun280M. Perluasan ke timur dari busur dalam vulkanis adalah rangkaian pulau-pulauBali-Lombok-Sumbawa-Flores. Di setiap pulau tersebut dijumpai Zone-zone seperti diJawa Timur misalnya zone Solo yang terisi vulkan kuarter menempati bagian utaraPulau Bali (G. Batur, G Agung), bagian utara pulau Lombok (G. Rinjani), mulai tidak nampak di Pulau Sumbawa karena geantiklinalnya tenggelam di dasar laut membentuk teluk Sholeh, di P. Flores bekas geantiklinalnya masih nampak Di pulau Komodo dan P.Rinca dan juga Teluk Maumere di Flores Timur. Busur luar non vulkanisnya berupa punggungan dasar laut sebelah selatan deretan pulau-pulau tersebut.
b. Nusa Tenggara Bagian Timur
Bagian timur Nusa Tenggara mulai dari Alor-Kambing-Wetar-Romang, disebutorogene timor dengan pusat undasi di L. Flores. Evolusi orogenik daerah NusaTenggara bagian timur ini agak kompleks karena pada masa Mesozoikum muda terjadi penggelombangan yang termasuk sirkum Australia menghasilkan busur dalam dari P.Sumba kearah timur laut dan busur luar melalui P. Sawu ke timur laut, Namunmemasuki periode tertier daerah ini mengalami penggelombangan dengan pusat undasidi Laut Flores sebagai bagian dari sitem Pegunungan Sunda. Keganjilan-keganjilanyang nampak seperti posisi pulau sumba di interdeep, garis arah busur luar Rote-Timor ke arah timur laut nndan sebagiannya, menurut Van Bemmelen adalah warisan darievolusi Geologis terdahulu yang tidak dapat dikaitkan dengan sistem penggelombanganmasa tertier dari pegunungan Sunda.
http://basyaworld.blogspot.com

dapun daerah undasi di Orogene Timor sebagai berikut:

Busur dalam: Alor-Kambing-Wetar-Romang, tidak memperlihatkan tanda-tandavulkanis.

Palung Antara: Pulau Sumba-L. Sawu

Busur Luar: Dana-Raijua-Sawu-Rote-Semau-Timor.

Backdeep: Punggungan BatutazaBrouwer (1917) mengemukakan absenya aktivitas vulakanisme didaerah inikarena jalan keluarnya magma tersubat sebagai akibat dari pergeseran lempengAustralia ke utara. Pendapat Brouwer ini mendapat tantangan dari para ahli belakanganini termasuk Van Bemmelen karena tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan adanya pergeseran secara lateral ke utara disekitar P. Bantar-P. Alor, tempat mulai absenyaaktivitas vulkanisme kearah timur. Juga tidak ada perubahan arah struktural pada busur luar yang menandakan pengaruh tekanan blok Australia, padahal busur luar inilah yangakan terlebih dahulu tenderita tekanan tersebut. Lebih jauh, Van Bemmelenmengemukakan alasannya bahwa bila ditelusuri terus ke timur maka deretan busur dalam yang tidak vulkanis ini tidak bersambung dengan deretan busur dalam Damar-Banda yang vulkanis, tetapi dengan zona Ambon yang tidak vulkanis.

Menurut Van Bemmelen absennya aktivitas vulkanisme dari alor ke timur dan juga zona Ambon terjadi karena berbatasan dengan dangkalan sahul.Faktor lokal lainnya yang mungkin berpengaruh adalah:1.Gaya endogen dari lapisan tektonosfer telah habis2.Puncak asthenolithnya mungkin mengalami pembekuan sehingga saluranmagma yang keluar tersumbat.Sumbu geantiklin di Nusa Tenggara makin ke timur makin tenggelam. Hal inidapat dilihat dari selat-selat antar pulau yang makin ke timur makin dalam (di sebelah barat pulau Tampar rata-rata kurang dari 200 meter, sedang sebelah timurnya makindalam yaitu antara Pantar-Alor= 1140m, Alor-Kambing=1260m, Kambing=1040 m,Wetar-Roman=lebih 2000 m, sebelah timur Roman kira-kira 4000 m).

P. Rote, tersusun dari sedimen-sedimen yang telah mengalami pelipatan kuat, tertutup dengan karang kuarter sampai ketinggian 430 m.

P. Sawu, terdiri dari batuan praterrier, dikelilingi oleh karang koralsetinggi 300 m.

P. Timur, puncak genatiklinalnya mengalami depresi memanjangmulai dari teluk Kupang sampai dengan sungai Lois. Brouwer (1935)mengemukakan bahwa menurut cerita penduduk asli Timor, dahulu hampir seluruh pulau merupakan laut. G. Lakaan 1525 m dahulu merupakan pulau saja.Ini berarti pengangkatan P. Timor telah terjadi Belum lama ini. Adanya pengangkatan tersebut didukung oleh bukti-bukti ditemukannya sisa-sisa karang pada ketinggian 1000 m lebih. Pulau ini banyak mengalami over thrust, batuanintrusi banyak yang tersingkap di permukaan bumi. Bahan galian seperti emas,tembaga, chromium, dan uranium ditemukan di sana namun dalam jumlah yangtidak ekonomis.Sebaran struktur batuan geologi yang ada di wilayah propinsi ini, adalah :a.Batuan Silicic (acid) Rock (batuan berasam kersi asam), terdapat di KabupatenAlor, Kabupaten Lembata, sebagian besar Kabupaten Flores Timur, KabupatenSikka, Kabupaten Ende, sebagian besar Kabupaten Ngada, sebagian KabupatenManggarai, sebagian besar Manggarai Barat dan sebagian kecil KabupatenKupang; b.Batuan Matic Basic Rocks (batuan basa);

.Batuan Intermediate Basic (basa menengah);d.Batuan Pre Tertiare Undivideo (pra tersier tak dibedakan);e.Batuan Paleagene (pleogen);f.Alluvial Terrace Deposit and Coral Reets (alluvium undak dan berumba koral);g.Batuan Neogene (neogen);h.Batuan Kekneno Series (deret kekneno);i.Batuan Sonebait Series (deret sonebait); j.Batuan Sonebait and Ofu Series Terefolde (deret sonebait dan deret terlipat bersama);k.Batuan Ofu Series (deret ofu);l.Batuan Silicic Efusives (efusiva berasam kersik);m.Batuan Triassic (trias);n.Batuan Crystalline Shist (sekis hablur).
B. Kondisi Geomorfologi
Pulau-pulau di Nusa Tenggara terletak pada dua jalur geantiklinal, yangmerupakan perluasan busur Banda di sebelah barat. Geantiklinal yang membujur daritimur sampai pulau-pulau Romang, Wetar, Kambing, Alor, Pantar, Lomblen, Solor,Adonara, Flores, Rinca, Komodo, Sumbawa, Lombok dan Bali. Sedangkan dibagianselatan dibentuk oleh pulau-pulau Timor, Roti, Sawu, Raijua dan Dana. Punggungangeantiklinal tersebut bercabang di daerah Sawu. Salah satu cabangnya membentuk sebuah ambang yang turun ke laut melewati Raijua dan Dana, berakhir ke arah punggungan bawah laut di selatan Jawa. Cabang lain merupakan rantai penghubungdengan busur dalam yang melintasi daerah dekat Sunda.
a)Palung Belakang
Di sebelah timur Flores dibentuk oleh bagian barat basin Banda selatan. Disebelah utara Flores dan Sumbawa terbentang laut Flores, yang dibedakan menjaditiga bagian, yaitu:
1)
Laut Flores Barat laut, berupa dataran (
 platform
) yang luas dan dangkal,yang menghubungkan lengan selatan Sulawesi dengan dangkalan Sunda.

2)Basin Flores Tengah, berbentuk segitiga dengan puncak terletak di sebelahselatan volkan Lompobatang, yang berhubungan dengan depresi Walanae.Sedangkan dasarnya terletak di sepanjang pantai utara Flores, yangmerupakan bagian terdalam (-5140).3)Laut Flores Timur terdiri dari punggungan dan palung diantaranya, yangmenghubungkan lengan selatan Sulawesi dengan punggungan bawah lautBatu Tara.Di sebelah utara Bali dan Lombok palung belakang ini dibentuk oleh LautBali (lebar 100 km dan dalam 1500 m) ke arah barat dasarnya berangsur-angsur terangkat sampai bersambung dengan laut dangkal di selat Madura.
b)Busur Dalam
Busur dalam Nusa Tenggara merupakan kelanjutan dari Jawa menuju Busur Dalam Banda. Di Nusa Tenggara merupakan punggungan geantiklinal. Selatdiantara pulau di bagian barat dangkal dan menjadi lebih dalam ke arah timur.Struktur umum Lombok di sebelah utara merupakan zone volkanis denganvolkan aktif Rinjani (zone Solo), dataran rendah Mataram (subzone Blitar). Diselatan berupa pegunungan selatan dengan materi kapur Tertier dan breksi volkanis.Bali dipisahkan oleh selat Bali terhadap Jawa. Zone di Bali sama denganJawa. Bagian utara merupakan bagian terluas terdiri dari volkan-volkan. Kuarter yang masih aktif, menunjukkan kelanjutan kompleks volkan muda di Jawa. DataranDenpasar yang membentang pada kaki selatan volkan termasuk sub zone Blitar diJawa. Dataran ini dihubungkan oleh tanah genting yang menyempit dengan bukit- bukit kapur Tertier Ulu Watu (213 m) yang dapat dibandingkan dengansemenanjung Blambangan. Pulau Nusa Panida (529 m) antara Bali dan Lombok  juga terdiri dari kapur Tertier ini.Fisiografi Sumbawa yang khas adalah adanya depresi yang memisahkangeantiklinal menjadi beberapa bagian, diantaranya berupa teluk di bagian timur.Teluk tersebut dipisahkan dari laut oleh pulau Mojo yang memberikan sifat khasdari depresi antar pegunungan pada puncak geantiklinal. Sisi utara ditumbuhi oleh beberapa volkan muda. Volkan Ngenges, Tambora dan Soromandi menghasilkan

batuan leucit. Sedimen tertier dan batuan kapur alkali disebarkan secara luas di pulau Sumbawa. Hal ini memberikan gambaran bahwa zone pegunungan SelatanJawa terdapat di seluruh pulau Sumbawa dan depresi menengah yang disebut zoneSolo. Teluk Saleh merupakan sebuah depressi terpencil dari zone Solo.Pulau Flores dipisahkan dari Sumba oleh selat Sape. Komodo dan Rincatermasuk ke dalam puncak geantiklinal Flores Tengah, yang terdiri dari batuanvolkanis lebih tua (Tertier) dan intrusi magmatis yang dapat dibandingkan denganPegunungan Selatan Jawa. Volkan-volkan yang lebih muda muncul di sepanjang pantai selatan Flores Barat. Di Flores Timur geantiklinal itu berupa sumbu yangtenggelam sehingga batuan volkanis yang lebih tua dan intrusi granodiorit tidak  begitu banyak, serta hanya terdapat volkan muda yang muncul dibagian puncaknya.Geantiklinal itu bersambung disepanjang Solor, Adonara, Lomblen dan Pantar,dimana pulau-pulau tersebut terdiri dari volkan yang aktif. Sumbu itu kemudianmelalui Alor, Kambing, Wetar dan Romang. Di bagian ini busur dalam tidak memiliki volkan aktif. Pulau-pulau tersebut tersusun dari endapan volkanis Tertier akhir yang sebagian terdapat di bawah permukaan laut.
c)Palung Antara dengan Sumba
Palung ini berada di antara busur dalam volkanis Jawa-Bali-Lombok dan punggungan dasar laut sebelah selatan Jawa. Bagian terdalam terdapat di selatanLombok, bercabang dua ke arah timur menjadi dua cabang yaitu sebelah utara danselatan Sumba. Cabang-cabang ini merupakan penghubung antara palung sebelahselatan Jawa dan Basin Sawu antara Flores timur dan Roti. Lereng yang curam padaWetar dan basin Sawu serta dasar laut yang datar menunjukkan adanya penurunan permukaan bumi. Sedangkan ujung timur dan baratnya dibatasi oleh pengangkatanseperti sembul (horst) di Kisar dan Sumba. Kedua pulau tersebut secara morfologistermasuk zone palung antara.
d) Busur Luar
Pulau-pulau di nusa tenggara yang termasuk busur luar adalah: Dana, Raijua,Sawu, Roti, Seman dan Timor. Punggungan dasar laut dari selatan Jawa munculsampai 1200 m dibawah permukaan laut, selanjutnya turun ke arah timur sampai


4000 m. Palung antara tersebut sebagian terangkat. Selanjutnya sumbu geantiklinalitu naik lagi sampai ke pulau-pulau Sawu, Dana, Raijua, dan Sawu.Pulau sawu mempunyai terumbu karang yang tingginya 300 m dpl danmengelilingi pulau ini yang tersusun dari batuan pre-tertier. Punggungan dana-Raijua-Sawu serong terhadap punggungan Roti-Timor, dari tempat itu dipisahkanoleh selat Daong. Pulau Roti tersusun dari sedimen terlipat kuat dan tertutup oleh batu karang kuater yang tingginya 430 m dpl. Timor merupakan hasil geantiklinalyang lebar. Disamping itu terdapat depressi memanjang di puncaknya, melaluiTeluk Kupang sampai perbatasan Timor Leste dan berakhir di muara sungai Lois.
e)Palung Depan
Antar pulau Chrismast dan punggungan bawah laut di selatan Jawa terdapatcekungan dalam utama yang membujur arah timur-barat, kedalamannya 7450 m.Palung depan Jawa dari sistem pegunungan Sunda itu membentang ke arah timur.Sampai di Sumba kedalamannya berkurang dan di sebelah selatan Sawumelengkung ke timur laut sejajar dengan Timor. Sampai di pulau Roti dipisahkanoleh punggungan (1940 m) terhadap palung Timor. Palung di selatan Jawa itu di bagian selatan dibatasi oleh pengangkatan dasar laut yang tidak jelas batasnyamelalui Pulau Chrismast menuju dasar laut yang dalamnya 3000-4000 m. bagiantimur palung Timor ini dibatasi oleh dangkalan Australia atau dangkalan Sahul.
C. Kondisi Iklim Nusa Tenggara
Kondisi iklim di Nusa tenggara barat maupun timur tidak mempunyai berbedaanyang mencolok, hal ini terlihat dengan adanya kondisi alam yang hampir sama diwilayah tersebut, misalnya terdapatnya padang rumput yang luas sehinggamempengaruhi iklim yang ada. Selain itu juga karena wilayah nusa tenggara yang berbentuk pulau-pulau sempit juga mempengaruhi iklim yang ada disana. Nusa tenggaratergolong beriklim kering, yang antara lain ditandai dengan jumlah curah hujan yangsedikit, dan tidak terbagi merata. Selain itu pada daerah dengan iklim kering ditandaidengan luasnya padang rumput.

a. Nusa Tenggara Bagian Barat (NTB)
Propinsi Nusa Tenggara Barat mempunyai iklim kering dan siklus periode hujanyang singkat. Sebagian wilayahnya merupakan wilayah bayangan hujan. Dari catatanstasiun Badan Meteorologi di Ampean dan Mataram, suhu terendah adalah 20,8˚C pada bulan Januari dan suhu tertinggi 32,1˚C pada bulan Oktober.Curah hujan rata-rata per bulan pada musim penghujan paling tinggi hanya 421sampai 526 mm (bulan Januari dan Desember). Pada bulan lain, jarang turun hujan.Kalaupun turun hujan, curah hujannya umumnya tidak lebih dari 290-an mm dan lebihsering di bawah 100 mm.Keadaan iklim di kota Mataram dipengaruhi oleh dua kali perubahan arah angin,sehingga menghasilkan dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Pada bulanApril-Oktober bertiup angin kering dari Tenggara yang mengakibatkan musim kemarau,sedangkan pada bulan Nopember-Maret bertiup angin yang mengandung uap air dariBarat sehingga mengakibatkan musim hujan. Kecepatan angin pada musim hujan inicukup kencang bahkan sering menimbulkan kerusakan pada beberapa bagian kotaseperti tumbangnya pohon besar di pinggir jalan, sedang kecepatan angin pada musimkemarau rendah.
b. Nusa Tenggara Bagian Timur (NTT)
Wilayah Nusa Tenggara Timur memiliki alam yang berbukit-bukit dengan iklimyang kering. Iklim kering tersebut dipengaruhi oleh angin muson dan memiliki periodehujan yang singkat juga. Musim kemarau lebih panjang, yaitu ± 8 bulan (April sampaidengan Nopember), sedangkan musim hujan hanya 4 bulan (Desember sampai denganMaret). Suhu udara rata-rata 27,60ºC.. Suhu terendah adalah 29,7˚C pada bulan Januaridan suhu tertinggi 33,5˚C pada bulan November. Curah hujan rata-rata per bulan palingtingginya hanya mencapai 386,3 mm (Februari). Musim kemaraunya sangat kering, bahkan selama empat bulan tidak pernah terjadi hujan dan walaupun terjadi hujan, jumlahnya tidak lebih dari 290 mm, bahkan lebih sering di bawah 100 mm.Tipe iklim di daerah ini adalah tipe B sampai F (pembagian menurut Smidt danFerguson ) dan C (1,05%). Curah hujan berkisar antara 697-2.737 mm/tahun dengan jumlah hari hujan rata-rata tiap tahun antara 44 sampai 61 hari. Suhu maksimum rata-rata 33,2˚C dan suhu minimum rata-rata 21,7˚C. Kelembaban nisbi terendah terjadi pada

Musim Timur Tenggara (63-76%) yaitu bulan Juni sampai November dan kelembabantertinggi pada Musim Barat Daya (82-88%) yaitu bulan Desember sampai bulan Mei.Curah hujan tertinggi di wilayah Flores bagian barat, Sumba bagian barat dan Timor  bagian tengah (2000-3000 mm/thn).Kecepatan angin rata-rata pada Bulan November sampai April 03-05 Knot danangin Musim Timur Tenggara terjadi pada bulan Mei sampai dengan Oktober dengankecepatan dapat mencapai 06-10 Knot (apabila ditunjang angin permukaan). Nusa Tenggara bagian timur daerah dengan iklim kering ditandai dengan luasnya padang rumput. Pada Bulan Juni – September arus angin yang berasal dari Australia dantidak banyak mengandung uap air sehingga mengakibatkan musim kemarau. Sebaliknya pada Bulan Desember–Maret arus angin banyak mengandung uap iar yang berasal dariAsia dan Samudera Pasifik sehingga terjadi musim hujan. Minimnya curah hujan di NTT dipengaruhi oleh posisi NTT yang dekat dengan Australia, dimana arus angin yang banyak mengandung uap air dari Asia dan Samudera Pasifik ketika sampai di wilayah NTT kandungan uap airnya sudah berkurang, akibatnya hari hujan di NTT berkurang.Keadaan ini menjadikan NTT sebagai wilayah kering dimana hanya 4 bulan (Januari s/dMaret dan Desember) yang keadaannya relatif basah dan 8 bulan lainnya relatif kering.Tabel : Keadaan Iklim di NTT
Keadaan IklimRata-Rata
Suhu (ºC)26,7Kelembaban Udara (%)77,3Curah hujan (mm/th)265,9Kecepatan Angin (Knot)3,6Sumber : Data Base Profil NTT
D. Kondisi Tanah Nusa Tenggaraa.Nusa Tenggara Barat (NTB)
Secara terperinci, jenis tanah di Nusa Tenggara Barat terdiri atas tanah latosol,aluvial coklat, mediteran atau campuran antara jenis-jenis itu. Secara morfologi, adatanah dataran, lipatan maupun gabungan keduanya dengan permukaan yang datar, berbukit, juga bergunung-gunung. Jenis tanah di Pulau Lombok bagian tengah dan utara

umumnya aluvial coklat, dan di bagian selatan latosol. Bagian tengah pulau berupatanah datar, di utara berbukit dan di selatan bergunung-gunung.Jenis tanah yang ada di wilayah kota Mataram sebagian besar dari jenis tanahliat, tanah liat berpasir dan tufa. Ini akibat endapan kuarter yang berasal dari hasil pengikisan atas lereng gunung atau sungai yang banyak terdapat di daerah ini, kemudiandiendapkan di wilayah yang letaknya relatif lebih rendah.Jenis tanah ini mempunyai karakteristik daya penyerapan air yang lambat akibatkondisi permeabilitas yang rendah. Kondisi ini sebenarnya baik bagi pengembanganwilayah saluran pertanian atau irigasi, sehingga tanah di kota Mataram berpotensisebagai daerah pertanian. Tetapi apabila curah hujan tinggi, kondisi tanah dan topografikota Mataram mempunyai potensi sebagai daerah banjir dan genangan.Khusus di daerah Bima jenis tanah terdiri dari Kompleks aluvial, Regosol, Litosol danMediteran dengan sebaran dapat dilihat pada Tabel 2.Dari tabel terlihat bahwa penyebaran jenis tanah di wilayah Kabupaten Bima berturut-turut dari yang terluas adalah sebagai berikut :Tabel :Penyebaran Jenis Tanah di Kabupaten Bima
Jenis Tanah

Luas (Ha)%
Aluvial31.46470.07Regosol98.93422.02Litosol17948140.31Mediteran116.06426.07Lain-lain19.3074.34
Sumber : Bima Dalam Angka 2005

Litosol
Jenis tanah ini dicirikan oleh kedalaman efektif tanah sangat dangkal danlangsung berada diatas batuan dan umumnya berada pada daerah pegunungan/perbukitan dengan kemiringan yang terjal. Untuk pengembangan,faktor penghambat jenis tanah ini adalah kedalaman efektif tanah yang dangkaldan lereng.

Mediteran
Jenis tanah ini terbentuk pada wilayah berombak sampai bergelombang,mempunyai kedalaman efektif relatif dalam, drainase baik dan terbentuk pada

itilin mediteran tekstur halus untuk pengembangan pertanian jenis tanah ini potensial untuk dikembangkan tanaman perkebunan/tanaman keras.

Regosol
Tanah ini terbentuk dari batuan induk muda hasil letusan gunung berapi,dicirikan oleh adanya batuan yang menyebar baik dipermukaan tanah maupun pada lapisan tanah bagian atas. Tanah Regosol mempunyai drainase tanah sangatcepat sehingga tidak potensial untuk pengembangan pertanian. Tanah ini dapatmeresapkan air cukup sehingga dapat difungsikan sebagai kawasan lindunguntuk resapan air. Di wilayah Bima tanah Regosol merupakan hasil letusangunung api Tambora, sehingga sebarannya sekitar Gunung Tambora.

Aluvial
Tanah Aluvial merupakan tanah muda hasil endapan. Tanah ini mempunyai sifatkimia dan fisik relatif baik dari pada ke 3 jenis di atas. Di wilayah KabupatenBima jenis tanah ini menyebar di wilayah sekitar (mulai dari wilayah perlembaban). Dalam pemanfaatan jenis tanah ini merupakan lahan potensialuntuk pengembangan tanaman pangan. Sebagian besar tanah yang ada diwilayah Kabupaten Bima tergolong dalam tekstur sedang (77.8 %), Tekstur kasar 21.26 % dan tekstur halus (0.93 %). Kelas tekstur dalam pemanfaatanlahan sangat berhubungan erat dengan drainase tanah dimana untuk tekstur kasar sangat tidak sesuai untuk tanaman yang memerlukan banyak air (padi sawah).Berdasarkan kedalaman efektifnya tanah di wilayah Kabupaten Bima 58.44 % diatas 60 cm, 30,39 % mempunyai kedalaman efektif antara 0-30 %. Dengandemikian, berdasarkan kedalaman efektifnya tanah yang baik untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian adalah sebesar 58.44 %.
b.Nusa Tenggara Timur (NTT)
Keadaan formasi tanah di Wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur secara garis besar adalah sebagai berikut:1.Pulau Flores dan sekitarnyaTanah di Pulau Flores terdiri dari jenis tanah mediteran dengan bentuk wilayah Volkan, tanah Kompleks dengan bentuk wilayah pegunungan, kompleksLatosol dengan bentuk wilayah Volkan, aluvial dengan bentuk wilayah dataran.Tanah-tanah Mediteran dengan bentuk wilayah Volkan mempunyai penyebaranyang paling luas. Pulau Lembata Adonara dan Solor mempunyai tanah jenisMediteran dengan bentuk Volkan.

2.Pulau SumbaTanah di Pulau Sumba terdiri dari jenis Mediteran dengan bentuk wilayah pegunungan lipatan dan datar serta bentuk wilayah volkan. Latosol danGrumusol dengan bentuk wilayah pelembahan.Tanah Mediteran dengan bentuk wilayah pegunungan lipatan adalahmerupakan jenis tanah yang paling luas penyebarannya.3.Pulau Timor dan sekitarnyaJenis tanah di Pulau Timor adalah tanah-tanah kompleks dengan bentuk wilayah pegunungan kompleks, mediteran dengan bentuk wilayah lipatan,Grumusol dengan bentuk wilayah dataran, Latosol dengan bentuk wilayah plato/volkan. Tanah-tanah kompleks dengan bentuk wilayah pegunungankompleks merupakan jenis tanah yang paling luas penyebarannya. Pulau Alor dan Pantar mempunyai jenis tanah Mediteran bentuk tanah Volkan.Berdasarkan penyebarannya, maka presentasi jenis-jenis tanah di wilayah Nusa Tenggara Timur antara lain terdiri dari tanah Mediteran ±32,25%, Latosol±9,72%, Grumusol ±3,25%, Andosol ±1,93%, Regosol ±0,19% dan jenis tanahaluvial ±1,66% (Sumber Rencana Kehutanan Propinsi Dati I Nusa TenggaraTimur tahun 1987).Keadaan tanah apabila dilihat dari topografinya, maka wilayah NTTdapat dibagi atas 5 bagian besar, yaitu :

Agak berombak dengan kemiringan 3-16 %

Agak bergelombang dengan kemiringan 17-26 %

Bergelombang dengan kemiringan 27-50 %

Berbukit-bukit bergunung dengan kemiringan lebih besar dari 50 %

Dataran banjir dengan kemiringan 0-30 %
C. Kondisi Hidrologi Nusa Tenggara
 Nusa Tenggara merupakan kepulauan yang dikelilingi laut dan terletak di pesisir  pantai, secara umum keadaan hidrologi Nusa Tengara sangat bergantung pada curahhujan setempat. Persebaran kawasan perairannya yaitu:

a.Nusa Tenggara Barat
Wilayah perairan laut Nusa Tenggara Barat termasuk pada perairan laut dalamdengan dasar perairan yang terdiri dari batu karang dan pasir, khususnya di wilayah perairan laut Selat Lombok, Selat Alas dan Selat Sape. Wilayah perairan ketiga selattersebut merupakan suatu perairan yang menghubungkan dan mempertemukan duamassa air dari wilayah perairan Laut Jawa dan Laut Flores dengan SamuderaIndonesia.Meskipun curah hujan di kabupaten lombok barat relatif rendah, di wilayah kotaini mengalir 4 buah sungai yang cukup besar dan potensial sebagai sumber mata air  permukaan. Sampai saat ini, penduduk terutama yang bermukim di bantaran sungaimasih memanfaatkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan air sehari-harinya.Semua sungai tersebut berhulu di lereng gunung Rinjani. Pada musim kemarausungai tersebut tidak pernah kering sedangkan pada musim penghujan aliran airnyasangat deras.sumber mata air yang utama berupa sungai, mata air embung, sebagian besar dimanfaatkan untuk irigasi dan budidaya ikan air tawar, juga dimanfaatkan untuk air minum dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Dari 38 kali/sungai yang mengalir diKabupaten Lombok Barat terdapat 23 sungai yang merupakan sumber mata air tetap dengan debit rata-rata 8.588 liter/detik dan volume 270.831 m
3
pertahun.Adapun kali/sungai yang merupakan sumber mata air dengan debit terbesar adalahsungai target satu (1) dengan debit rata-rata 1.500 liter/detik, sedangkan yangterkecil adalah sungai Ampak Tepang dengan debit rata-rata sebesar 45 liter/detik.Kebanyakan sungai-sungai dimaksud mengalir dari utara dan Timur dan bermuarake Wilayah Selatan dan Barat.
b.Hidrologi Nusa Tenggara Timur
Sungai yang terdapat di Propinsi Nusa Tenggara Timur pada umumnyamempunyai fluktuasi aliran air yang cukup tinggi, pada musim penghujan berair dan banjir, sedangkan pada musim kemarau berkurang bahkan ada yang tidak berair sama sekali.Sungai-sungai yang ada di Pulau Flores antara lain Sungai Aisesa (65 km,terpanjang di Flores), Reo (55 km), Moke (45 km), Leo Ria (40 Km) dan Jamal (40




Obyek wisata bahari Tulamben memiliki pemandangan bawah laut yangindah dan alami dengan beragam ikan hias. Wilayah obyek wisata Baharimenyebar di kawasan Bali Selatan dan Kupang.Selain pariwisata pantai, di bali juga terdapat obyek wisata yangmemiliki panorama alam yang indah. Misalnya Danau Batur yang terletak diantara pegunungan yaitu Gunung Batur yang berada di bawah Kintamani.Selain itu di beberapa pulau yang lain juga banyak dimanfaatkan sebagaitempat wisata, misalnya di Lombok yang pengembangan wilayahnyasebagian besar disektor wisata pantai dan pegunungan (Rinjani).Bagi wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur, pariwisata dapat berlangsung di mana-mana. Variasi alamiah dan kebudayaannya merupakandaya tarik yang berbeda satu dengan yang lain. Namun demikian di tempat-tempat tertentu dijumpai daya tarik khusus, yaitu obyek-obyek yang memilikiciri khas yang unik dan merupakan pusat daya tarik karena alasan-alasantertentu.Pusat-pusat daya tarik ini memiliki skala yang berbeda-beda tergantungkepada tingkat keunikan dan juga jumlah serta jenis obyek-obyek wisata lainyang terletak dalam jangkauan jarak yang berdekatan, sehingga salingmenunjang dalam menciptakan daya tarik bersama, membentuk suatukawasan wisata atau Satuan Pengembangan Pariwisata (SPP).Kawasan-kawasan wisata atau Satuan Pengembangan Pariwisata tersebutmemiliki ciri khasnya masing-masing, yang sesuai dengan daya tarik yangterdapat di lokasi tersebut. Sektor pariwisata di wilayah Propinsi NusaTenggara Timur merupakan salah satu penghasil devisa non-migas yang potensial. Memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan lebihlanjut menjadi salah satu tulang punggung pengembangan perekonomianwilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur, karena ditunjang oleh sumber dayamanusia (human resources), sumber alam (natural resources), sumber daya buatan yang beraneka ragam dan faktor keindahan lainnya.Bila sektor non migas ini berkembang dengan baik, akan merangsangdan mendorong pertumbuhan pembangunan setiap Kabupaten/ Kota, pelestarian dan pemanfaatan potensi sumber daya alam dengan manusia dan
http://basyaworld.blogspot.com


ACH BASYARUDDIN - GEOGRAFI - UNIVERSITAS NEGERI MALANG (UM)
kebudayaan serta meningkatkan devisa/pendapatan daerah. Disamping itusektor ini mampu menumbuhkan sektor-sektor lainnya, seperti industrikerajinan rakyat, perluasan kesempatan kerja, agrowisata, pelayanan jasa perhubungan, perdagangan, pengembangan budaya dan sebagainya.
BAB IIIPENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Kepulauan Nusa Tenggara terletak di Indonesia bagian tengah yang tersebar sepanjang 2.850 km dari barat ke timur (1150 49’ BT sampai 134054’ BT) dan 1.450km dari utara ke selatan (2036’ LU sampai 110LS). Kondisi fisik Nusa Tenggara sangat berbeda dengan kawasan lainnya di Indonesia. Kepulauan ini terdiri dari pulau-pulauvulkanis dan rangkaian terumbu karang yang tersebar di sepanjang lautan yang terdalamdi dunia.Secara geologi nusa tenggara berada pada busur Banda. Rangkaian pulau inidibentuk oleh pegunungan vulkanik muda. Pulau-pulau di Nusa Tenggara terletak padadua jalur geantiklinal, yang merupakan perluasan busur Banda di sebelah barat.Geantiklinal yang membujur dari timur sampai pulau-pulau Romang, Wetar, Kambing,Alor, Pantar, Lomblen, Solor, Adonara, Flores, Rinca, Komodo, Sumbawa, Lombok dan Bali.Kondisi geomorfologi yang bervariasi menyuguhkan adanya keanekaragaman jenis tanah dan adanya kawasan pesisir pantai yang berpotensi untuk daerah kehutanan, pertanian, perkebunan, peternakan, pertambangan dan pariwisata.
3.2 SARAN
Pada dasarnya, Nusa Tenggara adalah sebuah propinsi yang memiliki potensiyang sangat baik. Kita tahu bahwa mulai dari ujung barat sampai ujung timur membentang sumber daya nan sangat eksotis dan masih perawan yang sangat berpotensi jika dikembangkan. Di sebelah barat kita tahu bahwa Bali dan Lombok adalah tanahsejuta pantai yang memesona dan diselingi pegunungan yang indah. Di bagian timur ada
http://basyaworld.blogspot.com



Sumbawa memiliki potensi kuda beserta susunya yang belum dimanfaatkan secaramaksimal. Tidak lupa pulau Komodo yang sering didatangi ilmuan dunia jugamenambah ranah kekayaan Nusa Tenggara.Dari rangkaian kalimat di atas penulis berharap, Pemerintah Nusa Tenggaraharus lebih serius dan konsisiten dalam mendandani propinsinya. Jika hal itu terjadi, tak khayal bahwa Nusa Tenggara akan menjadi tambang berharga bagi dunia yang telahmengglobal ini.
REFERENSI
Herlambang, Drs. Sudarno, M.Si.________.
 Dasar-dasar Geomorfologi Indonesia.
Malang: IKIP Malang.Buranda, JP, M.Si.________.
Geologi Indonesia.
Malang: IKIP Malang.Darman, Herman dan Sidi, F. Hasan. 2000.
The Geology of Indonesia.
Jakarta:Ikatan Ahli Geology Indonesia (IAGI).Verstappen, Herman Th.___________.
Outline of The Geomorphology Of  Indonesia.
Jakarta: Applied Geomorphological Survey (AGS).http://www.bkmd.nttprov.go.idhttp://www.tempointeraktif.comhttp://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Lombok .http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Flores.http://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Sumbawa.http://ms.wikipedia.org/wiki/Sumba.http://www.walhi.or.id/ bioregion/nt/bio_nt_prof/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar